Senin, 21 Februari 2011

SKL Ujian Nasional Bahasa Jepang SMA/MA 2010/2011 (Program Bahasa)

KISI-KISI UJIAN NASIONAL BAHASA JEPANG SMA/MA (PROGRAM BAHASA)
NO.
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
INDIKATOR
1.
Membaca
Memahami berbagai kalimat dan ragam wacana tulis sederhana dalam bentuk paparan atau dialog tentang identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari, kegemaran, pariwisata, kesehatan dan cita-cita yang ditulis dalam huruf kana (hiragana, katakana) dan beberapa huruf kanji.
Menentukan berbagai informasi dari wacana tulis.
Menentukan simpulan dari wacana.
Menentukan tema wacana.
Menentukan makna kata.
Menentukan arti kata yang ditulis dengan huruf
kanji.
2.
Menulis
Mengungkapkan pendapat, perasaan/pikiran dan informasi secara tertulis dengan menggunakan
ungkapan komunikatif,
kosakata dan struktur pada kalimat yang tepat tentang identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari, kegemaran, pariwisata, kesehatan dan cita-cita yang ditulis dalam huruf kana (hiragana, katakana) dan beberapa huruf kanji.
Melengkapi kalimat dengan kata yang tepat sesuai
konteks.
Menentukan partikel sesuai konteks.
Melengkapi kalimat dengan ungkapan komunikatif.
Menyusun kalimat sesuai konteks.
Menentukan pernyataan sesuai gambar.
Menentukan huruf kanji dari kata yang ditulis huruf
hiragana.
Menentukan kata dalam huruf hiragana dari kata
yang ditulis huruf kanji.

Minggu, 20 Februari 2011

TIDAK ADA YANG BENAR-BENAR PD MENGHADAPI UNAS

         “Lho kok iso?“, “Mosok semua bidang studi dan mosok semua siswa?“, “siji ae mosok gak ono sing lulus?”. 
Pertanyaan itulah yang pasti terlontar begitu saja begitu membaca berita Jawa Pos hari Minggu, 31 Mei 2009 dan Selasa, 2 Juni 2009, 33 SMA-SMP se-Indonesia siswanya 100% tidak lulus. Dan lebih membuat kita melongo, kasus ini dialami sekolah favorit dan Rintisan Sekolah berStandar Internasional (RSBI) yang siswanya rata-rata pintar. Diduga hal itu terjadi karena ada kecurangan pada saat pelaksanaan Unas.
Sebenarnya morat-marit dan kecurangan dalam Unas sudah menjadi rahasia umum, tapi lucunya hal itu terjadi setiap tahun dan bisa diprediksi akan berulang lagi pada tahun berikutnya.

HILANGNYA Percaya Diri
Saya adalah guru bidang studi yang juga di Unaskan di SMA/MA. Mungkin saya bisa menceritakan sedikit penyakit perut, pusing dan cemas tahunan yang selalu saya alami (mungkin juga guru yang lain) saat pelaksanaan Unas dan menjelang pengumuman kelulusan, saya dan ribuan guru lain pasti merasakan atmosfer yang sangat meresahkan, khawatir anak-anak tidak lulus. Tapi, jangan  karena itu kami -para guru- boleh melakukan berbagai kecurangan.
Semua sekolah (termasuk  33 sekolah) pasti melakukan banyak usaha fair dan usaha yang mendidik lainnya untuk menghadapi Unas. Sejak masuk kelas XII (kelas 3) siswa telah diwarning bahwa mereka akan menghadapi 4 hari yang sangat menentukan setelah 3 tahun di sekolah. Selama itu pula berbulan-bulan sampai tiba pelaksanaan Unas mereka dijejali dengan berbagai bimbingan belajar, try out, pendalaman materi dan entah apa lagi istilahnya.
Juga tidak lupa biasanya dilakukan istighosah atau doa bersama sebagai upaya rohani untuk meminta kelulusan kepada-Nya. Semua persiapan itu dilakukan agar siswa menjadi SIAP, dan PERCAYA DIRI saat mengerjakan soal –soal Unas.
Tetapi, faktanya, usaha itu kadang tidak membuat siswa semakin siap tapi malah membuat mereka tertekan, tegang, resah  dan stres, bahkan siswa yang pintar dan dari sekolah favoritpun masih saja merasa tidak percaya diri dan tidak siap saat mengerjakan soal  Unas.
Ketegangan menghadapi Unas biasanya mencapai puncaknya pada hari pertama pelaksanaan Unas. Para siswa yang mengerjakan sendiri secara fair pada hari pertama banyak yang menangis, ndeleleng (bengong), bahkan ada yang menjerit histeris, wedi karepe dewe, takut jawaban nya banyak yang salah.

Kenapa tidak siap dan tidak PD?
Kecurangan yang kerap terjadi juga dikarenakan para guru dan pihak sekolah tidak percaya diri pada proses belajar yang telah mereka lakukan selama 3 tahun (Mungkin salah satu sebab 100% siswa dari 33 sekolah tidak lulus), Coba kalau mereka percaya akan kemampuannya sendiri, para siswa tidak akan dengan mudah mempercayai jawaban dari sms, mereka akan menggunakan segala kemampuan berfikir yang telah diperoleh selama 3 tahun untuk memecahkan soal Unas dan mencueki jawaban sms, dan pasti dari 33 sekolah itu setidaknya ada yang lulus.
Pertanyaannya kenapa para siswa kita lebih mempercayai jawaban palsu dan berbagai kecurangan dari pada kemampuan dan skill mereka sendiri?.
Seperti yang telah saya uraikan diatas, para siswa merasa stres, tertekan secara pshycology, dan wedi karepe dewe karena grade kelulusan yang ditetapkan pemerintah. sehingga iya saja saat ada iming-iming kunci jawaban di depan mata. Hanya demi mencapai batas 5,50 agar lulus, sekolah dan siswa menghalalkan segala cara pokok e lulus.
Kemana perginya 12 tahun pendidikan moral, tentang kejujuran, kemandirian, dan berbagai macam skill yang dipelajari siswa dan selalu diceramahkan para guru? Bila akhirnya lebih percaya jawaban dari sms atau kecurangan yang lain.
Banyak parktisi pendidikan ataupun anggota DPR mengkritik bahwa pelaksanaan Unas melanggar UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahkan dalam keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diperkuat dengan keputusan Pengadilan Tinggi tanggal 21 Mei 2007 majelis hakim menyatakan pemerintah harus mengubah kebijakan Unas.
Bagaimana kita tetap  mengadakan Ujian Nasional yang berstandar nasional bila satuan-satuan pendidikan kita di seluruh Indonesia tidak merata  kualitasnya?. Pemerintah sebaiknya memperbaiki dulu kualitas sekolah, kualitas guru dan pendukung pendidikan lainnya di seluruh Indonesia, agar sama standar kualitasnya, agar mereka semua merasa siap dan percaya diri (berapapun grade kelulusannya), sehingga tidak terjadi kecurangan yang lain. Buat apa memaksakan lulus bila diperoleh dari cara yang tidak jujur.

Oleh:   Yulia Pratitis Y. S.Pd

Pembuatan Kyouan (教案) / RPP

PEMBUATAN KYOUAN 「教案」RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP)
BAHASA  JEPANG VERSI  THE JAPAN FOUNDATION JAKARTA.

 from 研修 Guru bahasa Jepang SMA-MA se-Indonesia yang diselenggarakan P4TK Bahasa dan The Japan Foundation Jakarta
November-Desember ‘09

Kyouan教案 atau RPP  yang baik adalah memuat rencana apa yang kita pikirkan untuk dilaksanakan pada waktu pembelajaran di kelas.  Kyouan merupakan scenario/ angan-angan kita agar pembelajaran yang akan kita lakukan di kelas akan berjalan efektif da efisien.
RPP atau Kyouan haruslah  memuat:
1.       SK/KD dari materi yang akan kita berikan
2.       Indikator  materi yang kita ajarkan
3.       Tujuan Pembelajaran yang akan di capai
4.       Materi
5.       Pelaksanaan Pengajaran
6.       Alat/ peraga yang digunakan
7.       Alokasi yang sesuai
8.       Evaluasi/ penilaian.
SK/KD/ Indikator dan Tujuan Pembelajaran semuanya tercantum dalam Silabus.
Dalam Pelaksanaan Pengajaran harus memuat:
1. PENDAHULUAN
A.      Pembuka
·         Motivasi untuk siswa
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
·         Sedikit Mereview pelajaran yang telah diajarkan sebelumnya
B.      Kegiatan inti
·         Pra Kegiatan:
1.       Pengenalan kosakata/ pola kalimat baru
2.       Latihan Pengulangan
3.       Latihan penggantian
·         Kegiatan:
1.       Siswa melakukan kegiatan
2.       Guru memantau kegiatan siswa
·         Pasca kegiatan:
1.       Fead Back
2.       Unjuk kerja
C.      Penutup
·         Melakukan evaluasi
·         Mereview pelajaran  yang dipelajari hari ini
·         Menyadarkan siswa bahwa mereka sudah bisa menguasai pelajaran hari ini
·         Memotivasi siswa untuk menggunakan dalam percakapan sehari-hari
·         Memberikan PR/ tugas

Contoh Penulisan Kyouan  untuk KEGIATAN INTI saja:
教案 Rencana Pelaksanaan   Pembelajaran
 
                                                                                                                                                               



Nama : Yulia Pratitis Yusuf, S.Pd

日時     :  2010年  1 月 23日   (08.00 – 08.45)
クラス       :  MAN MOJOKERTO. Kelas XI  Intra . Semester  2 (dua)
BAB                  :          (31 – SAKURA 2) なんがいにありますか。 
                                             Kegiatan :  INFORMATION GAP
目標     :  Dapat  menyebutkan barang-barang an tempat barang belanjaan di suatu toko/ Mall
流れ(Alur)
時間(Waktu)
応用練習
Latihan Penerapan

Persiapan (5分)










                     














    




































Kegiatan
(10分)





フィドバック
FiedBack
(5分)







まとめ
(5分)

学習内容
(Isi Pelajaran)
1.                   PRA KEGIATAN

    A.      Menjelaskan situasi dengan cara menempelkan gambar gedung bertingkat dan Mall di papan, untuk memancing siswa memahami situasi dari kegiatan yang akan dilakukan.
          Guru  : “anak-anak, bayangkan, ini ada di mana?”
Siswa : “Di Mall”
Guru : “Ya, kalian pasti pernah belanja ke Mall kan?. kita sekarang akan belajar bagaimana cara menanyakan letak benda  yang ada  di Mall”

    B.      Guru  menjelaskan target kegiatan, yaitu dapat bertanya jawab untuk mendapatkan informasi tentang barang dan tempat barang tersebut berada.

     C.      Guru menempelkan denah A di papan tulis, kemudian menempelkan denah B di White bord kecil.

      Denah A (Pengunjung)                    Denah B (Pelayan toko)
       4                                                            4
       3                                                            3
       2                                                            2
       1                                                            1
      B1                                                          B1

    D.      Menjelaskan Cara Kegiatan.

     1.       Guru menjelaskan bagaimana cara berkegiatan
     2.       Guru membentuk siswa berpasangan ( A dan B)
    3.       Membagikan kartu denah A dan denah B, kemudian memastikan siswa yang menjadi A san mendapat denah A, dan siswa yang menjadi B san mendapat denah B.
    4.       Mengingatkan siswa agar tidak saling memperlihatkan denah yang telah di terima masing-masing
    5.       Guru mengingatkan siswa untuk bertanya hanya pada pasangannya
     6.       Guru menentukan nama-nama barang yang harus ditulis oleh siswa B di denah B, yaitu かばん、とけい、ぼうし、カメラ、CD.
   7.Guru menjelaskan bahwa masing-masing barang ditulis untuk masing-masing lantai.
     8.     Guru menjelaskan pada siswa A bahwa barang-barang yang ditanyakan hanya 5 barang yang telah ditentukan.
     9.      Guru mencontohkan percakapan:

       A   :   すみません、カメラは何がいにありますか。
   B   :   さんがいにあります。
   A   :   そうですか。どうも

     Latihan Pengulangan :
      Guru          Kelas             Kelompok             Perorangan
      
     Latihan Penggantian :
      Guru          Kelas             Kelompok             Perorangan

Sambil melatihkan guru menghapus contoh percakapan sedikit demi sedikit.
10.     Memberikan contoh pengisian denah.
        (Menyuruh seorang siswa untuk maju ke depan kelas untuk menjadi pengunjung, guru menjadi pelayan toko. Guru juga tidak memperlihatkan denah B ke siswa yang maju dan mengingatkan siswa agar tidak memperlihatkan denahnya ke pasangannya)
11.   Guru memastikan semua siswa telah paham cara melakukan kegiatan.

B. KEGIATAN

1.        Siswa melakukan kegiatan
2.        Guru memantau kegiatan sambil membetulkan/ mengoreksi bila ada percakapan siswa yang salah.

       C.PASCA KEGIATAN

1.   Guru menyuruh siswa untuk mencocokkan antara denah A dan denah B.
2. Menyuruh 2 pasang siswa untuk memperagakan percakapan dan pengisian denah di depan kelas. Siswa yang memegang denah A bertanya pada siswa B dan menuliskan jawabannya di denah yang ada white bord kecil.

KESIMPULAN
1.       Guru bertanya keberadaan benda pada siswa sambil menunjuk denah yang telah dikerjakan di depan kelas.

Guru    Kelas
先生:カメラは何がいにありますか。
学生:………………..

2.       Guru meminta 2 orang siswa untuk bertanya dan menjawab (Benda yang ditanyakan dan jawabannya BEBAS tanpa ditentukan guru)
3.       Guru menyadarkan siswa bahwa mereka sudah bisa bertanya dan menjawab keberadaan benda di gedung bertingkat dalam bahasa Jepang.
4.       Guru memotivasi sisw supaya menggunakan bahasa Jepang yang sudah dipelajari.
5.       Penutup
教材
Alat Bantu
·  Gambar Mall/
gedung bertingkat








·      Denah A dan B di karton

·      White bord kecil













·      Kartu denah A-B




·      Gambar  (絵カード)






·       Papan Tulis
·       絵カード
·       数字カード








·      Denah gedung di karton
















·      絵カード
·      Denah gedung di karton



·      Denah gedung di karton